Setalam Santun, Wujud Syukur Pembuka Festival Budaya Loloan Jilid 6
- account_circle Ed27
- calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
- visibility 2.705
- comment 0 komentar

suarajembrana.com – Tradisi Setalam Santun menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Festival Budaya Loloan Jilid 6 yang berlangsung di Taman Literasi Ambenan Ijogading, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Jumat (17/10/2025).
Setalam Santun merupakan sajian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Loloan. Dahulu, tradisi ini disajikan pada berbagai upacara seperti pernikahan, ngelenggang (tujuh bulanan kehamilan), sunatan, dan acara adat lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara pembukaan festival dibuka secara resmi oleh Camat Jembrana Tri Karina Ambaradadi, SSTP., M.AP., yang menabuh kendang sebagai simbol dimulainya kegiatan. Ia menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar hingga penutupan nanti.
“Kami berterima kasih atas dukungan Bupati Jembrana, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini memperkuat eksistensi generasi muda Loloan dan membuka ruang kolaborasi dengan daerah lain,” ujar Camat Jembrana Tri Karina Ambaradadi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Ni Komang Ayu Tri Ardanawati, SST.Par., M.M., Lurah Loloan Timur Syukron Hadiwijaya, S.H., tokoh masyarakat dan budayawan Datok H. Musaddad Djohar, serta masyarakat setempat.
Dalam suasana yang hangat, para tamu undangan juga disuguhi bubur merah putih dan rujak sawah sambil menyaksikan penampilan pencak silat dari remaja Loloan.
Budayawan H. Musaddad Djohar menjelaskan makna dari Setalam Santun beserta bagian-bagian penyajiannya. Prosesi dilanjutkan dengan Larung Santun di Sungai Ijogading dan ditutup dengan ritual Ambur Salim, yakni melempar beras kuning berisi uang ke udara sebagai simbol keselamatan dan berkah.

Setalam Santun, Wujud Syukur Pembuka Festival Budaya Loloan Jilid 6
“Tradisi Setalam Santun ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan. Pelaksanaannya sore ini menjadi pembuka Festival Budaya Loloan, yang berlangsung selama tiga hari, 17–19 Oktober 2025,” jelas H. Musaddad Djohar.
Festival Budaya Loloan Jilid 6 ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai budaya lokal dan memperkuat identitas kearifan tradisi Loloan di tengah perkembangan zaman. ™
- Penulis: Ed27

Comment