Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dokar Pak Karim

Dokar Pak Karim

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • visibility 688
  • comment 0 komentar

Oleh: Angga Wijaya

Masa kecil saya punya satu cerita yang selalu muncul setiap kali saya mendengar suara derap kuda—cerita tentang hari Minggu, tentang ibu angkat saya, dan tentang dokar milik Pak Karim.

banner 336x280

Setiap hari Minggu pagi, ketika sebagian orang memilih tidur lebih lama atau menyalakan televisi, ibu angkat saya justru punya agenda khusus untuk saya yaitu, keliling kota kecil kami di atas dokar.

Itu adalah hadiah kecil tapi sangat berarti—karena beliau tahu, saya sangat menyukai kuda. Setiap kali melihat kuda di jalan, mata saya langsung berbinar. Dan beliau, seperti bisa membaca isi hati saya, menjadikan dokar sebagai kebiasaan akhir pekan kami.

Dokar itu sederhana. Tidak berhias, tidak berwarna mencolok. Tapi dari tempat duduk kayunya, saya merasa seperti penumpang paling istimewa. Kusirnya bernama Pak Karim. Beliau warga asli Loloan, sebuah kampung tua di kota Negara, Jembrana, Bali. Kampung Loloan dikenal sebagai tempat tinggal komunitas Bugis-Melayu yang telah lama menetap di sana.

Tapi waktu kecil, saya belum paham soal sejarah. Yang saya tahu, Pak Karim orangnya ramah dan sabar. Suaranya berat tapi menenangkan. Kalau saya banyak bertanya, beliau tidak pernah marah.

Saya duduk di depan, dekat Pak Karim, memandangi surai kuda yang bergoyang pelan saat berjalan. Angin pagi mengelus pipi, dan suara “tap… tap…” dari kaki kuda seperti lagu pengantar yang selalu saya tunggu-tunggu.

Kadang saya bertanya, “Pak, kuda ini dikasih makan apa?” atau, “Kenapa kakinya dikasih sepatu besi?” Dan Pak Karim akan menjawab dengan sabar, sambil sesekali tersenyum kecil.

Ibu saya duduk di belakang. Beliau tak banyak bicara, hanya sesekali menanggapi obrolan kami atau menunjuk arah yang ingin dituju. Mungkin bagi orang lain, itu hanya perjalanan pendek keliling kota. Tapi bagi saya, itu seperti perjalanan istimewa yang menyatukan kami bertiga—saya, ibu, dan Pak Karim.

Saya tidak tahu apakah ibu angkat saya membayar Pak Karim setiap minggu, atau sudah ada kesepakatan di antara mereka. Yang jelas, tak pernah ada Minggu yang terlewat tanpa dokar, selama masa kecil saya di kota Negara.

Kini, setelah dewasa, saya mulai mengerti bahwa ibu saya tidak sekadar mengajak saya naik dokar. Beliau sedang menunjukkan kasih sayang dengan cara yang paling saya mengerti—melalui suara kuda, melalui jalan-jalan pagi, melalui waktu yang kami habiskan bersama tanpa tergesa-gesa.

Saya juga baru sadar bahwa dokar itu bukan sekadar kendaraan, tapi bagian dari kenangan. Bagian dari cara saya memahami kasih ibu, dan cara saya mengingat kampung halaman. Saya tidak tahu di mana Pak Karim sekarang. Apakah ia masih menarik dokar, atau sudah menikmati masa tua di Loloan. Tapi nama dan wajahnya tetap saya ingat. Sama seperti saya mengingat suara roda kayu yang menggilas jalan, atau embusan angin pagi yang menyelinap lewat celah kursi.

Hari ini, suara dokar di kota sudah jarang terdengar. Mesin-mesin menggantikannya. Tapi bagi saya, suara dokar Pak Karim tetap hidup dalam ingatan. Ia membawa saya kembali ke masa kecil yang hangat, ke kota kecil yang tenang, dan ke sosok ibu yang mencintai dengan cara yang lembut dan diam-diam.

Kini, di depan Pasar Umum Negara, pasar tradisional yang baru direvitalisasi di jantung Kota Negara—masih terdapat pangkalan dokar yang melayani rute keliling kota. Kehadiran dokar-dokar ini bukan sekadar moda transportasi, melainkan juga bagian dari upaya pelestarian warisan budaya yang nyaris punah di banyak kota lain di Bali.

Dokar yang dulunya merupakan pemandangan sehari-hari, kini justru menjadi sesuatu yang istimewa—mengingatkan kita pada masa lalu yang sederhana dan hangat.

Melihatnya kembali hadir di kota ini, membuat saya merasa seperti kembali dipertemukan dengan kenangan tentang Pak Karim, ibu, dan hari Minggu pagi yang selalu saya nanti-nanti. ™

  • Penulis: Ed27

Comment

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksekutif-Legislatif Sahkan Empat Perda, APBD Jembrana 2026 Senilai Rp.1,05 Triliun Lebih

    Eksekutif-Legislatif Sahkan Empat Perda, APBD Jembrana 2026 Senilai Rp.1,05 Triliun Lebih

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Eksekutif dan legislatif Pemerintah Kabupaten Jembrana sepakat mengesahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang paripurna IV di Ruang Sidang Utama DPRD Jembrana, Kamis (27/11). Rapat dipimpin Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi didampingi para wakil ketua DPRD serta dihadiri Bupati Jembrana dalam hal ini diwakili Wabup I […]

  • Harmonis, Ratusan Buruh Pabrik Perikanan di Jembrana Peringati May Day 2025 1:50 Play Button

    Harmonis, Ratusan Buruh Pabrik Perikanan di Jembrana Peringati May Day 2025

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 233
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Mengusung tema “Merajut Kebersamaan Untuk Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dan Produktivitas Nasional”. Ratusan buruh pabrik pengolahan ikan di Desa Pengambengan lakukan aksi baksos, santunan kepada anak yatim, dan bantuan bagi pekerja di pabrik. Hal berbeda dilakukan para buruh pabrik tak harus berdemo justru berkolaborasi dengan program-program pemerintah. Suasana penuh kekeluargaan di laksanakan di halaman […]

  • Dikira Onggokan Kayu Terapung, Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas

    Dikira Onggokan Kayu Terapung, Nelayan Temukan Mayat Tanpa Identitas

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 677
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Niat memancing seorang nelayan Muhammad Tahpip (47) Banjar Melaya Pantai, Desa Melaya Keramat, pemilik speed Viber Yamaha 2 menemukan mayat tanpa identitas diperkirakan pukul 01.00 WITA di perairan daerah Pebuahan. Hingga di bawa ke dermaga kisaran pukul 02.30 WITA. Awalnya diperkirakan kayu yang terbentang, ternyata sosok mayat. Yang saat itu akan siap memancing, […]

  • Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Jembrana

    Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Jembrana

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.398
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Baru Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Kabupaten Jembrana periode 2025–2029 yang berlangsung di GSJA El Roi Negara, Kamis (13/11). Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) Provinsi Bali, jajaran Kepolisian, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Jembrana, Ketua Forum […]

  • Antisipasi Cuaca Ekstrim Kodim 1617 Bersinergi Dengan BPBD 

    Antisipasi Cuaca Ekstrim Kodim 1617 Bersinergi Dengan BPBD 

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bertempat di Kantor BPBD Kabupaten Jembrana, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Kodim 1617/Jembrana bersinergi dengan BPBD Kabupaten Jembrana melaksanakan Apel Bersama Gelar Peralatan dalam rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana. Rabu (06/11/2023) Apel dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, S.Sos dengan dihadiri oleh Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf I […]

  • Perayaan HUT Korpri dan HUT PGRI di Jembrana Meriah, Diwarnai Makan Durian Bersama

    Perayaan HUT Korpri dan HUT PGRI di Jembrana Meriah, Diwarnai Makan Durian Bersama

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Perayaan HUT Korpri di Jembrana tahun ini berlangsung lebih semarak. Dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sejumlah kegiatan digelar melibatkan pegawai Korpri dan perwakilan PGRI Jembrana. Seluruh rangkaian dipusatkan di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Jumat (21/11). Salah satu yang menjadi daya tarik yakni makan durian bersama, yang […]

expand_less