Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Sidang Paripurna DPRD Jembrana Agendakan Pandangan Umum Fraksi

Sidang Paripurna DPRD Jembrana Agendakan Pandangan Umum Fraksi

  • account_circle Ed27
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
  • visibility 648
  • comment 0 komentar

Jembrana suarajembrana.com – Rapat Paripurna II Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Jembrana tahun Tahun Anggaran 2023/2024 DPRD Jembrana mengagendakan pandangan umum fraksi. Dua hal dibahas terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Rapat ini dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Wayan Suardika, yang dihadiri Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna, di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Senin (1/7).

banner 336x280

Sejumlah pandangan umum disampaikan secara bergiliran oleh masing-masing perwakilan fraksi. Mulai dari Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat Jaya (gabungan Demokrat dan Hanura), dan terakhir Fraksi Kebangkitan Persatuan (gabungan PKB dan PPP).

Di awal, semua fraksi menyampaikan apresiasi atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Jembrana tahun 2023. Termasuk apresiasi terhadap realiasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jembrana tahun 2023 yang telah mencapai 102,07 persen dengan nilai Rp 221 miliar lebih.

I Wayan Suparta dari Fraksi PDIP menekankan perlunya manajemen yang kreatif dan inovatif terhadap potensi daerah untuk meningkatkan target dan capaian PAD. “Semua ini kita lakukan agar APBD kita tidak menjadi beban terlalu besar bagi Pemerintah dan daerah lainnya,” ujarnya.

Terkait Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023, Suparta menyoroti capaian Belanja Operasi dan Belanja Modal yang kurang optimal. Menurutnya, belanja yang berkualitas tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga membuka peluang UMKM baru dan kesempatan berusaha lebih luas bagi masyarakat.

“Hal ini akan menciptakan atau meningkatkan pendapatan melalui pajak daerah dan retribusi daerah sehingga target PAD perlu ditingkatkan,” jelas Suparta.

Suparta juga menyinggung RPJPD Kabupaten Jembrana tahun 2025-2045, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang adil dan inklusif. RPJPD tersebut disusun berdasarkan karakteristik geografis dan potensi Kabupaten Jembrana serta mengacu pada RPJPN Tahun 2025-2045 dan RPJPD Provinsi Bali Tahun 2025-2045.

“Bagaimana perencanaan pembangunan itu baik, ketika pelaksanaannya tidak optimal karena kurangnya komunikasi dan kebersamaan antara eksekutif dan legislatif, maka kurang bermanfaat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jembrana,” tambahnya.

I Ketut Angpribawa dari Fraksi Golkar menekankan perlunya target dan sasaran yang jelas dalam perencanaan pembangunan RPJPD Kabupaten Jembrana tahun 2025-2045. “Memperhatikan kearifan lokal sebagai kajian dalam RPJPD sebagai rambu-rambu kekhasan, budaya, dan kebiasaan masyarakat adat Bali serta adanya pelibatan publik dalam setiap tahapan pembangunan sehingga tercipta transparansi,” jelasnya.

I Ketut Astawa Putra dari Fraksi Gerindra menekankan pentingnya RPJPD sebagai komitmen Pemerintah Daerah dalam memberikan akses pembangunan yang adil dengan rencana yang matang dan inklusif serta menjaga lingkungan hidup.

“Pembangunan harus menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif yang didukung oleh peningkatan infrastruktur dasar yang mengacu pada keseimbangan ruang lingkungan serta peningkatan pelayanan publik,” ucapnya.

Sedangkan Komang Gde Leon Satriana Wijaya dari Fraksi Demokrat Jaya menyatakan bahwa penyusunan dokumen RPJPD telah mempergunakan pendekatan holistik tematik, mempertimbangkan keseluruhan unsur bagian atau kegiatan pembangunan sebagai satu kesatuan faktor potensi, tantangan, hambatan, dan permasalahan yang saling terkait.

Pandangan lainnya disampaikan H. Muhamad Yunus dari Fraksi Kebangkitan Persatuan menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur jalan di kota maupun desa yang belum tersentuh. Pihaknya berharap kedepannya tidak ada lagi jalan yang rusak atau kurang baik, serta menekankan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan standar yang direkomendasikan.

“Agar lebih mengedepankan pembangunan/perbaikan infrastruktur jalan yang ada di kota maupun desa yang belum tersentuh oleh infrastruktur jalan dan juga infrastruktur jalan yang rusak,” katanya. ™

  • Penulis: Ed27

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tamba Buka Langsung Baksos Ke XXXIII Forum Kedokteran Gigi

    Bupati Tamba Buka Langsung Baksos Ke XXXIII Forum Kedokteran Gigi

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Bakti Sosial (Baksos) ke XXXIII Forum Kedokteran Gigi (FKG) Unmas dengan mengusung tema Satu Aksi Berbagi Senyum Sehat Untuk Jembrana dibuka langsung oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Gedung Sentra Tenun Jembrana, Jumat (2/2). Kegiatan Baksos tersebut dilaksanakan di Kecamatan Mendoyo dari tanggal 1 – 3 Pebruari 2024. Usai membuka Baksos […]

  • Usaha Open Kelapa Milik Warga di Melaya Hangus Terbakar, Kerugian Jutaan Rupiah

    Usaha Open Kelapa Milik Warga di Melaya Hangus Terbakar, Kerugian Jutaan Rupiah

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Ed27
    • visibility 632
    • 0Komentar

      Jembrana suarajembrana.com – Sebuah bangunan usaha open kelapa milik seorang warga di Banjar Blimbingsari, Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Sabtu malam 9 September 2023 hangus terbakar. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.45 WITA dan menyebabkan kerugian sekitar 6 juta rupiah. Dari informasi, kebakaran tersebut diketahui oleh warga sekitar, kemudian salah satu warga bernama I Made […]

  • Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung di Jepang

    Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung di Jepang

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ed27
    • visibility 361
    • 0Komentar

    suatajembrana.com – Kesenian khas Kabupaten Jembrana, Jegog, kembali melangkah ke panggung internasional. Grup kesenian legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang hari ini untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa nama harum Bali dan Indonesia di kancah global. Rombongan yang dipimpin oleh Putu Bobi Agus Darma selaku koordinator, dilepas langsung Bupati Jembrana I Made […]

  • Finalis Duta GenRe Jembrana Diharapkan Jadi Engine of Change

    Finalis Duta GenRe Jembrana Diharapkan Jadi Engine of Change

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Pemilihan duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Jembrana Tahun 2024 memasuki tahap grand final yang dilaksanakan di Mendopo Kesari, Rabu (17/4) yang diikuti oleh 5 finalis putra dan putri. Grand Final Duta GenRe 2024 dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Candrawati Tamba, Sekda Jembrana […]

  • Untaian Kasih Jama’ah Haji Maktab Azizah 508 Ke Ponpres Syamsul Ma’arif

    Untaian Kasih Jama’ah Haji Maktab Azizah 508 Ke Ponpres Syamsul Ma’arif

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
    • account_circle Ed27
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Jembrana suarajembrana.com – Untaian kasih Jama’ah Maktab Azizah di pimpin H. Sumaryo kunjungi Ponpres (Pondok Pesantren) Syamsul Ma’arif Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana-Bali. Membelai dan menyedekahi anak yatim dan yatim piatu serta anak dhuafa. Di bulan penuh rahmat yaitu Muharram. Utamanya Tahun Baru Islam 1446 Hijriah. Mari bersama tanam dan pupuk […]

  • Desa Devisa Kakao Jembrana, Melepas Ekspor Kakao Fermentasi Ke Luar Negeri

    Desa Devisa Kakao Jembrana, Melepas Ekspor Kakao Fermentasi Ke Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Ed27
    • visibility 6.287
    • 0Komentar

    suarajembrana.com – Desa BISA Ekspor merupakan pengembangan dari program Desa Devisa yang digagas Kementerian Keuangan melalui LPEI sejak 2019. Program perdana di Desa Devisa Kakao Jembrana, melibatkan 13 desa dengan 609 petani yang 14 persen di antaranya perempuan. Program perdana ini juga berfokus pada produk kakao fermentasi. Produk tersebut kini telah berhasil menembus pasar ekspor […]

expand_less